Last Sunday was extremely awesome !
Jadi ceritanya hari Minggu kemarin aku menghabiskan waktuku bersama my lovely dad, berhubung mamiku lagi having holiday with my sister in HK.
Mengapa extremely awesome?
Karena melihat pengalaman yang dulu-dulu, weekend bersama my lovely dad ga pernah sukses. Saat beberapa waktu lalu mami pergi liburan ke Taiwan, saya di rumah malah berantem sama papi. Saat beberapa bulan lalu mami pergi liburan ke Bali, saya di rumah diam-diaman sama papi. Yah intinya ga pernah oke deh. Tetapi menakjubkannya, saat kemarin mami pergi liburan ke HK, saya dan papi saya malah mengalami hari paling menyenangkan sepanjang sejarah “hari-hari weekend bersama ayah”
Apa yang kamu lakukan pada hari Minggu kemarin?
Pagi hari, kami pergi ke gereja untuk mengikuti misa pukul 08.00. Sepanjang perjalanan menuju ke gereja, papi my lovely dad sibuk mengusap-usap rambut jigrak saya. Beliau berkomentar,
“Lone, papi juga pengen punya rambut kayak kamu. Kok bisa ya berdiri semua? Padahal kan panjang.”
“Kan pakai wax, pi.”
“Halah, dari kecil rambut kamu memang kayak singa kok. Kamu itu turunan siapa ya Lone? Papi mami rambutnya ga ada yang kayak kamu.”
“*(^^&*&%%$###^&T&*B (D*WQ^!!”
Setelah itu?
Lalu kami pergi ke sebuah mall di bilangan Jakarta Pusat. Sesampainya di sana, kami mendapati bahwa supermarketnya belum buka. Kepagian ternyata. Akhirnya kami memutuskan untuk duduk-duduk di Starbucks. Papi My lovely dad langsung mencari sofa yang nyaman sedangkan saya memesan Caramel Chocolate. Setelah membayar, aku menuju meja pengambilan pesanan. Masih sepi banget, pikirku. Lalu aku melihat seseorang yang bikin gaydarku nguing-nguing loncat-loncat teriak-teriak ga karuan. Barista yang bikin aku senyum-senyum ga berhenti. Cewek yang bikin aku dag dig dug kayak bedug. Bikin aku pengen supaya minumanku jatuh trus dia bikinin lagi
Dia membuat caramel chocolate pesanan saya dengan begitu anggun dan nyaman dilihat. Tatapan matanya yang sekseh langsung bikin kelenjar air liurku berfungsi terllau lancar. Gayanya menuang susu seketika itu juga bikin aku menggigit bibir, resah. Dia barangkali salah satu wanita terindah yang bikin aku pengen kenalan lebih lanjut.
Mungkin, dia menyadari ketertarikanku. Dia mengajakku berbicara,
“Mau pake whipped cream?”
Aduh gila mampus aku tatapan matanya ga nahan, suaranya serak-serak becek abis ujan! Itu hanya 4 kata dan aku sudah melting dibuatnya.
Obrolan berlanjut terus. Dia menanyakanku umur berapa lah, sekolah di mana lah, punya berapa saudara lah. Lalu aku juga berespon sok lancar, padahal hatiku gemetaran. Nervous gila-gilaan. Sampai pada akhirnya,
“Kamu ke sini sendirian? Duduk di mana? Mau aku temani ngobrol?”
“Eh, ga sendirian. Aku sama ayahku.”
“Hah?”
“Sama ayahku. Ga sendirian.”
“Haaah?!! Eh ah aduuh errh… Ini caramel chocolatenya. Makasih !”
Aku ditinggalnya berdiri di depan meja yang ada tong sampah dan cinnamon dan chocolate dan sedotan dan teman-temannya. Dia ngacir bok! Sekilas kulihat mukanya merah. Tiba-tiba aku dengar suara tertawa,
“Hahaha…” kencaaang sekali. Itu suara my lovely dad !
Segera aku berjalan ke arah tempat duduk. Sesampainya di sana, my lovely dad bilang,
“Lone, kayaknya barista cewek itu suka deh sama kamu. Samperin gih.”
Whaaatt??!!?!?!!?!?!
to be continue